Minggu, 07 Juni 2015

public relation


 




CERAMAH PSIKOLOGI KOMUNIKASI DAN PSIKOLOGI PELAYANAN 
DALAM RANGKA PELATIHAN PUBLIK RELATION SUBDIT DIKYASA DITLANTAS POLDA LAMPUNG


        Berdasarkan   Nota Dinas Dirlantas Polda Lampung Nomor : B/ND-487/V/2015/Ditlantas tanggal 7 Mei 2015 tentang permohonan bantuan menjadi narasumber dalam rangka pelatihan public relation anggota Ditlantas dan anggota Dikyasa jajaran Polda Lampung dan   Surat Perintah Kapolda Lampung Nomor : Sprin/1044/IV/2015 tanggal 12 mei 2015 tentang penunjukkan sebagai narasumber, dilaksanakan ceramah Psikologi komunikasi dan psikologi pelayanan dilaksanakan dalam rangka pelatihan public relation Subdit Dikyasa Ditlantas Polda Lampung. Dalam pelatihan ini disampaikan materi tentang komunikasi efektif, psikologi komunikasi dan psikologi pelayanan. Materi yang diberikan dimaksudkan dapat membantu anggota Ditlantas Polda Lampung dalam melaksanakan dikmas lantas dengan lebih baik. Mereka mengerti bagaimana membuat pesan yang efektif serta bagaimana menyampaikan pesan yang baik agar berdampak pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor masyarakat.

Waktu dan tempat kegiatan ceramah dilaksanakan pada :
 Hari / tangal       : Selasa / 12 Mei 2015
 Waktu                : Pukul 13.00 wib – 15.00 wib
 Tempat              : Aula Ditlantas Polda Lampung

Peserta kegiatan terdiri dari anggota Ditlantas Polda Lampung dan Anggota 
DikyasaPolres Jajaran Polda Lampung.  Pada sesi ini dilakukan pembukaan oleh 
pembawa acara kemudian dilanjutkan sambutan oleh Dirlantas Polda Lampung.    
Dilanjutkan oleh pembawa acara memperkenalkan narasumber. Kemudian dilanjutkan 
paparan tentang “psikologi komunikasi dan psikologi pelayanan”. Paparan 
dilakukan sekitar 60 menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab.
 Adapun materi yang diberikan adalah :
·         Pengertian psikologi dan komunikasi;
·         Pengertian psikologi komunikasi;
·         Psikologi pesan;
·         Pengaruh komunikasi terhadap perilaku;
·         Psikologi massa dan komunikasi;
·         Psikologi Pelayanan, dan
·         Tantangan Subdit Dikyasa Ditlantas Polda Lampung.


kabagpsi memberikan materi tentang psikologi komuniksi dan psikologi pelayanan

 sesi tanya jawab dengan peserta pelatihan
pemberian cenderamata oleh kasubdit dikyasa

 

































Jumat, 05 Juni 2015

makalah


PERAN PSIKOLOGI DAN PSIKOLOG DALAM PENYELESAIAN
KASUS HUKUM
( Makalah Umum Mata Kuliah Psikologi Hukum Kriminalitas )
Dosen : Kompol. IBG. Adi Putra Yadnya, M.Psi


Oleh :
ASTRI ILIYIN SAHPUTRI
11030012




FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2014




KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih  lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.
Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada  Dosen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan  dalam waktu yang telah ditentukan.
Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya  menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran  yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah kami dilain waktu.
Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.

Bandar Lampung, 24 Desember 2014
Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii
BAB I     PENDAHULUAN.........................................................................................
              A. Latar Belakang Masalah....................................................................... 1
              B. Rumusan Masalah Makalah......................................................... ....... 3
              C. Tujuan Makalah............................................................................. ....... 3
              D. Manfaat Makalah.......................................................................... ....... 3
BAB II    PEMBAHASAN...........................................................................................
              A. Peran Psikologi Dalam Dunia Hukum.................................................. 4
              B. Peran Psikolog Dalam Proses Peyidikan............................................. 5
              C. Peran Psikolog Dalam Proses Pengadilan......................................... 11
              D. Peran Psikolog Dalam Proses Pemenjaraan..................................... 12
BAB III   PENUTUP...................................................................................................
              A. Kesimpulan.................................................................................... .... 14
              B. Saran.................................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 15





BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Ketika kita mendengar kata “hukum,” apa yang pertama kali terlintas dalam benak kita? Jarang sekali kita langsung membayangkan suatu perangkat yang terdiri dari benda, manusia dan lembaga. Tetapi karena kita terbiasa mengalami hal-hal yang berkaitan dengan hukum, maka kita kadang mengidentifikasikan atau mengartikan hukum sebagai polisi, penjara, pengadilan, atau hal-hal lain semacamnya. Bahkan seringkali perasaan yang timbul diiringi rasa takut dan khawatir yang berlebihan. Itu sebabnya banyak diantara kita yang sama sekali enggan berurusan dengan hal-hal yang menyangkut hukum. Perasaan-perasaan seperti itu sangat wajar, kalau saja kita belum memahami sepenuhnya apa yang dimaksud dengan hukum itu sendiri.
Pada hakekatnya hukum merupakan produk dari perkembangan masyarakat, di mana ketidak – teraturan dan kesewenang – wenangan juga kepentingan-kepentingan dari sekelompok masyarakat tertentu membutuhkan dan menghasilkan proses terciptanya serangkaian ketentuan-ketentuan dan kesepakatan-kesepakatan. Ketentuan – ketentuan yang disepakati itu kemudian dalam perkembangannya dikenal sebagai “hukum.” Sehingga pada sebuah tubuh yang namanya hukum, dia mempunyai dua muka atau sisi: sisi keadilan dan sisi kepentingan.
Permasalahan hukum di Indonesia pun memang tidak sedikit jumlahnya, namun  hukum di Indonesia sering tidak melibatkan seorang ahli psikologi dalam membantu proses hukum. Beberapa orang menyebutkan beberapa kasus kriminal yang perlu peran seorang ahli psikologi, dalam hal ini Psikolog Forensik. Kasus seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan menurut saya hampir semua kasus hukum, selama itu melibatkan manusia sebagai tokoh, Psikolog Forensik harus ikut andil dalam proses hukum, mulai dari pra persidangan sampai pasca pemberian hukuman
            peran psikologi klinis ini dalam sistem legal, dan banyak pula yang dapat dilakukan oleh para ahli psikologi klinis. Para ahli psikologi klinis ini dapat memberikan layanan di penjara dan aplikasi psikologi forensik, psikolog klinis dapat melakukan penelitian untuk mengukur dan meningkatkan kesadaran hukum dalam masyarakat, dan masih banyak lagi yang dapat dilakukan oleh para ahli psikologi klinis khususnya psikologi forensik.
Seorang psikolog sangat dibutuhkan di Lapas. Banyak kasus psikologi yang terjadi pada narapidana maupun petugas lapas. Misal pada kasus percobaan bunuh diri narapidana tidak tertangani secara baik karena tidak setiap lapas memiliki psikolog. Pemahaman petugas lapas kurang baik terkait dengan rehabilitasi psikologis sehingga mereka seringkali memberikan hukuman dengan tujuan dapat mengurangi perilaku negatif narapidana (seperti berkelahi, berbohong). Psikolog forensik dibutuhkan dalam rangka melakukan asesmen dan intervensi psikologis pada narapidana.
Guna dapat menjalankan peran sebagai psikolog forensik, seorang psikolog perlu menguasai pengetahuan psikologi dan hukum, serta memiliki ketrampilan sebagai psikolog forensik. Psikologi forensik sebenarnya merupakan perpaduan dari psikologi klinis, psikologi perkembangan, psikologi sosial dan psikologi kognitif. Psikolog forensik memiliki keahlian yang lebih spesifik dibanding psikolog umum. Misalnya di Lapas, dibutuhkan kemampuan terapi (psikologi klinis) yang khusus permasalahan kriminal. Di kepolisian dibutuhkan asesmen yang khusus pada individu pelaku kriminal. Dalam penggalian kesaksian dibutuhkan pemahaman psikologi kognitif. Pada penanganan pelaku/korban/saksi anak-anak dibutuhkan pemahaman psikologi perkembangan. Dalam menjelaskan relasi sosial antara hakim, pengacara, saksi, terdakwa dibutuhkan kemampuan psikologi sosial. Pada saat ini, banyak psikolog yang sudah terlibat sebagai psikolog forensik, namun tidak adanya standar yang jelas membuat psikolog yang terjun di kegiatan forensik menjalankan sesdenganpertimbangannya masing-masing. Hal ini berdampak pada penilaian pelaku hukum dan masyarakat yang menjadi bingung dan tidak memahami kinerja psikolog forensik yang beragam. Untuk itulah dibutuhkan suatu asosiasi yang menjadi perekat bagi psikolog yang berminat pada psikologi forensik. HIMPSI sudah membuat asosiasi itu yaitu APSIFOR (Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia)

B.   Rumusan Masalah Makalah
Rumusan masalah dari makalah ini yaitu “ bagaimana peran psikologi dan psikolog dalam penyelesaian kasus hukumn ?”

C.   Tujuan  Makalah
1.    Mengetahui Peranan Psikologi Dalam Hukum
2.    Menjelaskan Peran Psikolog Dalam Proses Penyidikan
3.    Menjelaskan Peran Psikolog Dalam Proses Di Pengadilan
4.    Menjelaskan Peran Psikolog Dalam Proses Pemenjaraan

D.   Manfaat Makalah
Manfaat  diperoleh dari studi makalah ini, agar mendapatkan masukan yang positif dan dapat menambah wawasan mengenai psikologi dalam hukum sehingga mampu berfikir lebih kompleks terhadap dampak yang ditimbulkan, dan memiliki pikiran terbuka sehingga mampu berfikir lebih maju kedepan, memberi informasi kepada masyarakat tentang peran psikologi dalam hukum agar masyarakat tau bagaimana peran penting seorang psikolog dalam dunia hukum.

pengaruh narkoba




 CERAMAH
PENGARUH PENYALAHGUNAAN NARKOBA TERHADAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN ANAK
DALAM RANGKA HARI ULANG TAHUN YAYASAN KEMALA BHAYANGKARI KE-35 DI POLRES LAMPUNG UTARA

      berdasarkan  Surat Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Pengurus Daerah Lampung nomorB/18/IV/2015/Set tanggal 8 April 2015 perihal permohonan narasumber yang ditindaklanjuti dengan  Surat Perintah Kapolda Lampung Nomor : Sprin/972/IV/2015 tanggal 27 April 2015 tentang penunjukkan sebagai Narasumber, kegiatan ceramah dilaksanakan di Polres lampung Utara.

Pelaksanaan ceramah tentang pengaruh narkoba terhadap perkembangan kepribadian anak yang dilaksanakan dalam rangka hari ulang tahun Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Lampung tahun 2015. Subyek yang diberikan ceramah kali ini adalah para siswa SMP dan SMA YKB yang berada di wilayah Polres Lampung Utara. Dihadiri pula oleh guru-guru dan seluruh Pengurus Daerah maupun Cabang YKB Daerah Lampung. Ceramah memfokuskan pada dampak psikologis dari penyalahgunaan narkoba, tujuannya agar para siswa mendapat informasi yang benar kaitannya dengan dampak dari narkoba secara psikologis dan pengaruhnya terhadap kepribadian.  

         Waktu dan tempat kegiatan

          Kegiatan ceramah dilaksanakan pada :
          Hari / tangal       : Sabtu / 2 Mei 2015
          Waktu                  : Pukul 10.00 wib – 12.00 wib
          Tempat                : Aula Polres Lampung Utara
          Peserta kegiatan terdiri dari siswa SMP dan SMA serta guru-guru Sekolah YKB di wilayah Lampung Utara.

   Hasil pelaksanaan kegiatan
a.    Sesi pertama
1)    Pada sesi ini dilakukan pembukaan oleh pembawa acara kemudian dilanjutkan sambutan oleh Ketua Pengurus YKB Daerah Lampung.
2)    Dilanjutkan oleh pembawa acara memperkenalkan narasumber serta moderator yang akan memandu kegiatan ceramah.
3)    Kemudian dilanjutkan paparan tentang pengaruh penyalahgunaan  narkoba terhadap perkembangan kepribadian anak”. Paparan dilakukan sekitar 45 menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Dalam kegaitan ini juga melibatkan pembicara dari luar yakni Ibu Greta Vidya Paramita, M.Psi, psikolog yang memiliki pengalaman dalam menangani masalah remaja.
4)    Adapun materi yang diberikan adalah :
·         Pengertian narkoba
·         Jenis dan sifat narkoba
·         Dampak psikologis penggunaan narkoba
·        Kepribadian dan kecanduan
·         Tips menjadi pribadi berkualitas.
b.    Sesi kedua
1)    Setelah diberikan paparan kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab. Peserta cukup antusias untuk bertanya tentang permasalahan yang mereka pernah lihat maupun yang mereka ketahui dengan membaca.  Setiap perwakilan sekolah mengajukan pertanyaan, dan pertanyaan yang diajukan sangat baik. Selanjutnya diakhir sesi Ibu Ketua Pengurus Daerah memberikan reward khusus kepada siswa yang mengajukan pertanyaan.
2)    Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cendera mata kepada narasumber dan kepada guru-guru oleh Ibu Ketua Pengurus Daerah.
3)    Ibu Ketua Pengurus YKB Daerah Lampung mengapresiasi kegiatan ini, sekaligus dikandung maksud untuk tetap memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap siswa-siswa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Kedepan diharapkan kegiatan seperti ini tetap dilakukan untuk memberikan informasi yang berkesinambungan bagi para generasi muda. Diharapkan juga topik yang diberikan bisa disesuaikan dengan isu yang sedang ramai menjadi pembicaraan masyarakat ataupun media massa.  





paparan oleh kabagpsi Kompol IBG. Adi Putra yadnya

 penyampaian materi oleh Ibu Greta Vidya Paramita, M.Psi

 peserta ceramah dari Ibu Bhayangkari
 peserta ceramah dari Guru-guru YKB
 Siswa sekolah YKB mengikuti ceramah
 penyerahan cenderamata kepada narasumber 


 Foto bersama dengan Ketua Pengurus YKB Ibu Ria Heru Winarko






























Jumat, 02 Januari 2015



LAYANAN KONSELING PSIKOLOGI ONLINE BAGI ANGGOTA POLRI, PNS POLRI POLDA LAMPUNG DAN KELUARGANYA.

KIRIMKAN SMS ANDA KE NOMOR 0859 7800 0088 DENGAN CARA :
 KETIK NAMA SPASI PANGKAT DAN SATKER TITIK DUA KELUHAN
ANDA JUGA DAPAT MENGHUBUNGI CALL CENTER DI 0812 7336 3737
JANGAN TUNGGU MASALAH SEMAKIN RUMIT SEGERA MANFAATKAN LAYANAN KONSELING ONLINE INI, KAMI MENJAMIN PRIVASI ANDA.

Kamis, 01 Januari 2015

Kami keluarga besar Bagian Psikologi Ro SDM Polda Lampung mengucakan Selamat Tahun Baru 2015, sukses dan sehat selalu.

Rabu, 20 Agustus 2014

 PELATIHAN PENDAMPINGAN DAN PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS BAGI PENYIDIK
 Dr. Kristi Poerwandari dari Fakultas Psikologi UI dan Kompol IBG. Adi Putra  Yadnya, M.Psi memberikan pengantar dan Materi dalam Pelatihan.

  Staf BagPsi Ro SDM Polda Lampung sedang mempersiapkan materi pelatihan
Diskusi kelompok membahas kasus-kasus kekerasan seksual di Polda lampung


Selasa, 19 Agustus 2014

KEGIATAN ROAD SHOW  MOTIVASI 
KEPADA ANGGOTA POLSEK YANG BERTUGAS DI DAERAH RAWAN




Kegiatan ini didasari oleh beberapa hal diataranya :
a.    Surat Telegram Kapolda lampung Nomor : ST/639/VIII/2014 tanggal 8 Agustus 2014 pelaksanaan pembekalan peningkatan motivasi Anggota Polri yang bertugas di kewilayahan yang tingkat ancaman gangguan kamtibmasnya sangat rawan;
b.    Surat Perintah Kapolda Lampung Nomor : Sprin/1795/VIII/2014 tanggal  11 Agustus 2014 tentang pelaksanaan pembekalan peningkatan motivasi kepada kepada Anggota Polri jajaran Polda Lampung.

Adapun Maksud dan Tujuan dari kegiatan ini adalah :
a.    Maksud dari penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran kepada pimpinan tentang kegiatan pembekalan motivasi kepada anggota Polda Lampung yang bertugas di Polsek yang tingkat kerawanannya tinggi.
b.    Tujuan dari penyusunan laporan ini adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Pimpinan atas tugas yang telah dilaksanakan sekaligus sebagai salah satu bahan acuan bagi pimpinan dalam mengambil kebijakan khususnya dalam pembinaan personel.

Sekilas latar belakang :
Kegiatan pembekalan motivasi kepada anggota Polri di jajaran Polda lampung dilaksanakan berdasarkan analisa kebutuhan dan evaluasi pimpinan terkait dengan kinerja anggota. Pimpinan melihat bahwa pada pelaksanaan tugas-tugas rutin sehari-hari pada umumnya sudah berjalan dengan baik, namun jika ada kejadian yang bersifat darurat dan menuntut respon yang cepat anggota belum sepenuhnya mampu melaksanakan dengan baik. Banyak sekali variabel yang mempengaruhi mengapa harapan organisasi melalui Pimpinan Polri belum dapat tercapai. Oleh karena itu dipandang perlu untuk melakukan latihan-latihan yang bersifat rutin agar setiap anggota Polri di jajaran Polda Lampung memiliki kesiapan dan ketrampilan dalam merespon situasi yang kontigensi. Selain kemampuan atau ketrampilan yang sifatnya ”hard skill” dipandang perlu juga untuk memberikan pembekalan ”soft skill” kepada setiap anggota karena kedua faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap performa anggota dalam bertugas. Salah satu yang dilakukan adalah dengan memberikan pembekalan motivasi sebagai sarana untuk meningkatkan semangat kerja, semangat kebersamaan untuk mencapai kesuksesan melalui pemahaman terhadap apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan diri pribadi. Pemahaman terhadap potensi dan konpetensi yang dimiliki menjadi sangat penting juga untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan tugas. Perubahan yang besar semua dimulai dari perubahan yang kecil dan dimulai dari diri pribadi. Oleh karena itu fokus pembekalan motivasi dilakukan langsung untuk menyentuh pribadi anggota, harapannya dengan semakin ia mengetahui dirinya dan menghargai keberadaan dirinya maka ia juga akan mudah mengenal orang lain dan kebutuhan lingkungannya.
 Pelaksanaan kegiatan pembekalan peningkatan motivasi kepada anggota Polda      Lampung dilaksanakan dibeberapa polsek dengan jadwal sebagai berikut:

a.    Hari Selasa tanggal 12 Agustus 2014 bertempat di kantor Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah yang diikuti oleh tiga Polsek. 
b.    Hari Selasa tanggal 12 Agustus 2014 bertempat di Kantor Desa Padang Ratu Lampung Tengah yang diikuti oleh empat Polsek.
c.    Hari Kamis tanggal 14 Agustus 2014 bertempat di Kantor Kecamatan Melintig Lampung Timur yang diikuti tiga Polsek yaitu Polsek Jabung, Polsek Melinting dan Polsek Gunung Pelindung.  
d.    Hari Jumat tanggal 15 Agustus 2014 bertempat di Polsek Gedung Meneng Tulang Bawang.
e.    Hari Senin tanggal 18 Agustus 2014 bertempat di Kantor Kecamatan Abung Barat lampung Utrara yang dikuti perwakilan beberapa Polsek seperti Abung Timur.  

 Kegiatan yang dilakukan dalam pembekalan peningkatan motivasi dibagi menjadi beberapa sesi. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kerangka dan arah dalam pelaksanaan kegiatan pembekalan.
a.    Sesi Pertama
Berupa pengantar dari Polres setempat yang diwakili beberapa Kabag Sumda dan Kapolsek. Kemudian dalam beberapa kesempatan disampaikan pengantar dari Karo SDM Polda lampung.
b.    Sesi kedua
Dilanjutkan dengan kegiatan ice breaking perkenalan setiap orang dengan menuliskan kelebihan dan kelemahan masing-masing diri. Selanjutnya setiap peserta diminta untuk menuliskan kelebihan dan kelemahan temannya. Dari proses ini ditarik learning point bahwa penting bagi setiap pribadi untuk berani dan mau membuka diri dan semakin memahami diri sendiri. Pengenalan terhadap diri yang baik akan mempermudah bagi setiap orang mengenal orang lain sehingga mampu menentukan sikap dalam berespon terhadap kebutuhan orang lain.
Dalam sesi ini diberikan penekanan bahwa setiap pribadi kita adalah unik dan setiap orang memiliki pandangan atas dirinya, dengan pemahaman ini akan memudahkan seseorang untuk berempati kepada orang lain.
c.    Sesi ketiga
Penggalian permasalahan yang dihadapi dengan membandingkan antara tuntutan tugas dengan kemampuan untuk melaksanakannya. Ketidakmampuan dalam merespon tuntutan lingkungan biasnya menimbulkan stress. Oleh karena itu penting bagi setiap anggota untuk mengetahui tingkat stress atau “tensi stress” yang dimilikinya saat ini. Kegiatan ini sekaligus bertujuan untuk mengetahui karakteristik pribadi dan juga kecenderungan-kecenderungan yang dimiliki yang dapat dimanfaatkan untu memudahkan dalam proses adaptasi. Anggota diberikan kuisioner stress, diminta menjawab dan selanjutnya dilakukan scoring. Dari hasil penilaian dapat diektahui tingkat stress setiap anggota. Kemudian mereka dikelompokkan untuk selanjutnya diberikanfeed back. Seluruh peserta senang dengan kegiatan ini karena menjadi semakin mengetahui dan mengenal karakter dan potensi dirinya.
d.    Sesi kempat
Pada sesi ini diberikan materi tentang bagaimana mengelola stress dan juga materi bagaimana memotivasi diri sendiri untuk mencapai kesuksesan. Diskusi dilakukan secara terbuka, dan setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan juga bebas bertanya tentang masalah yang sering dihadapi baik di rumah maupun di kantor.
Penekanan yang diberikan pada sesi ini adalah bagaimana menyikapi situasi yang sudah terberi yang terkadang tidak dapat diubah dalam waktu yang cepat. Bagaimana setiap anggota dapat memaknai dan memberi arti terhadap penugasannya saat ini. Dengan membandingkan bahwa diluar sana banyak orang yang bermimpi ingin menjadi seorang Polisi, karena menjadi Polisi adalah kebanggan keluarga dan lingkungan. Dengan keberadaan diri saat ini sebagai seorang Polisi sebenarnya tidak ada alas an untuk mengeluh sehingga lupa untuk mensyukuri keadaan. Sering orang berpikir bahwa ia ingin menjadi seperti orang lain padahal dirinya sudah menjadi apa yang diimpikan oleh orang lain.
e.    Sesi kelima
Sesi ini diisi dengan pemutaran film pendek tentang bagaimana seseorang yang tidak memiliki kesempurnaan fisik berjuang untuk hidup dan berusaha untuk meraih impiannya. Learning point yang bisa diambil dari kegiatan ini adalah menyampaikan pesan kepada peserta sebenarnya diri mereka saat ini yang secara fisik tidak memiliki kendala bisa melakukan hal yang lebih dibandingkan dengan tokoh di film, bahwa sering kita tidak menyadari kemampuan dan potensi yang dimiliki, oleh karena itu perlu terus menerus menempa diri dan memotivasi diri untuk mencapai  keberhasilan.
f.     Sesi keenam

Penutup, sesi ini diisi dengan pembulatan singkat dan ucapan terimakasih atas segala upaya dan perhatian seluruh peserta dalah mengikuti kegiatan pembekalan motivasi, dan dilanjutkan dengan berfoto bersama.

dokumentasi kegiatan